Sedikit Penjelasan Tentang Para Pendiri ASEAN

ASEAN, mungkin nama ini kerap kita dengar dan kita pelajari pada zaman sd dulu ya teman explorer. ASEAN ialah sebuah organisasi kerjasama internasional antar negara-negara yang berlokasi di Asia Tenggara teman explorer. Kini slot online terdapat 10 negara member ASEAN. Organisasi ini sendiri dibentuk pada tahun 1967 teman explorer via deklarasi Bangkok. Pada mulanya cuma ada 5 saja yang diwakili oleh tokoh pendiri ASEAN dari setiap negara hal yang demikian yang menandatanganinya. Siapa saja kaprah-kaprah tokoh hal yang demikian? Kalian masih pada ingat nama-namanya gak teman explorer?

ASEAN itu sendiri ialah singkatan dari Association of Southeast Asian Nations. Organisasi yang satu ini ialah organisasi antar negara-negara Asia Tenggara yang mencakup bidang ekonomi, politik, olahraga dan kerjasama internasional lainnya. Pertama kali, ASEAN didirikan via Deklarasi Bangkok yang dijalankan pada tanggal 8 Agustus 1967. Pantas dengan namanya, Deklarasi Bangkok diadakan di kota Bangkok, Thailand. Penandatanganan Deklarasi Bangkok ini, dijalankan oleh 5 negara pendiri ASEAN. Lima negara ini yang menjadi member pertama ASEAN dimana sekarang sudah bertambah menjadi 10 negara member ASEAN secara keseluruhan teman explorer Adapun 5 negara pendiri ASEAN hal yang demikian mencakup Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura dan juga Filipina. Tiap-tiap negara mewakilkan tokoh sebagai perwakilan negara yang menandatangani Deklarasi Bangkok hal yang demikian. Kira-kaprah ada siapa saja tokoh pendiri ASEAN hal yang demikian? Mari kita simak seketika ulasannya yuk teman explorer!

1.Adam Malik (Indonesia)

Tokoh pendiri ASEAN yang pertama ialah Adam Malik dari Indonesia. Adam Malik ialah tokoh dan juga pernah menjabat sebagai wakil presiden Indonesia yang dikenal sebagai salah satu dari 5 pendiri ASEAN yang berasal Indonesia. Beliau lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara pada tanggal 22 Juli 1917 dan meninggal di kota Bandung, Jawa Barat pada tanggal 5 September 1984. Ketika penandatanganan pembentukan ASEAN di tahun 1967 hal yang demikian, Adam Malik menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia dan mewakili Indonesia dalam momen Deklarasi Bangkok yang menjadi cikal bakal terbentuknya ASEAN.

2.Tun Abdul Razak (Malaysia)

Tokoh pendiri ASEAN yang berikutnya ialah Tun Abdul Razak. Tun Abdul Razak berasal dari Minggu, Pahang, Malaysia dan lahir pada tanggal 11 Maret 1922 dan meninggal di London, Inggris pada tanggal 14 Januari 1976. Beliau dikenal sebagai perwakilan Malaysia dalam Deklarasi Bangkok, menjadikannya salah satu dari 5 tokoh pendiri dari ASEAN. Abdul Razak juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia sejak tahun 1970 hingga ia meninggal di tahun 1976.

3.Thanat Khoman (Thailand)

Tokoh pendiri ASEAN yang berikutnya ialah Thanat Khoman. Dalam Deklarasi Bangkok, negara Thailand itu sendiri diwakili oleh Thanat Khoman selaku Menteri Luar Negeri Thailand pada tahun 1959 hingga 1971. Khoman lahir di Bangkok pada tanggal 9 Mei 1914 dan meninggal pada tanggal 3 Maret 2016 yang lalu di umur yang ke-101 tahun. Thanat Khoman juga dikenal sebagai tokoh pembentuk ASEAN dari Thailand yang menjadi tuan rumah penandatanganan persetujuan itu sendiri.

4.Narciso Ramos (Filipina)

Tokoh pendiri ASEAN yang berikutnya ialah Narciso Ramos. Narciso Ramos ialah tokoh politik yang berasal dari Filipina dan menjadi salah satu pendiri ASEAN. Beliau lahir di Asingan, Pangasinan, Filipina pada tanggal 11 November 1900 dan meninggal dunia di kota Manila, Filipina pada tanggal 3 Februari 1986. Ramos juga pernah berprofesi sebagai jurnalis, advokat dan duta besar. Ketika Deklarasi Bangkok, Narciso Ramos mewakili Filipina sebagai Menteri Luar Negeri dan juga menjadi salah satu penggagas berdirinya ASEAN.

5.S. Rajaratnam (Singapura)

Tokoh pendiri ASEAN yang terakhir ialah S. Rajaratnam. Nama komplit beliau ialah Sinnathamby Rajaratnam yang lahir di Jaffina pada tanggal 25 Februari 1915 dan meninggal di Singapura pada tanggal 22 Februari 2006 yang lalu. Beliau menjadi Menteri Luar Negeri Singapura antara tahun 1965 hingga 1980, maka tak heran bila ia menjadi perwakilan Singapura dalam penandatanganan Deklarasi Bangkok 1967.

Leave a Reply

Your email address will not be published.